Banjarmasin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gustafa Yandi mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di awal materi yang disampaikan pada Focus Group Discussion (FGD).
"Kita harus hidup berdamai dengan Covid," pekataan Presiden dikutip oleh Gustafa Yandi pada FGD dengan tema Peran Serta Pelaku Usaha di Kalimantan Selatan dalam rangka Percepatan PEN.
Selain Kadis Koperasi, FGD tersebut juga menghadirkan tiga pembicara lainnya, di antaranya Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Amin Rovi, Plt. Ketua Umum BPD HIPMI Kalsel, Hamdillah dan Dosen Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat, Muzdalifah.
Yandi memberikan materi dengan judul Peran Pelaku Usaha dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, yang diikuti oleh seluruh elemen terkait serta organisasi pengusaha.
Dipaparkan bahwa Fokus Program PEN 2021, Sektor Kesehatan sebesar Rp 176,3 triliun, Sektor Perlindungan Sosial Rp 157,4 triliun, Dukungan UMKM dan Pembiayaan Korporasi Rp 186,8 triliun, Intensif Usaha dan Pajak Rp 53,9 triliun serta program prioritas Rp 125,1 triliun.
Disampaikan pula beberapa Dampak Pandemi Covid-19 pada Kinerja UMKM, Prioritas Perekonomian Kalsel, Inflasi, Proyeksi PDRB, Prosedur Standar Covid-19 serta Prosedur Tambahan tiap Sektor.
Sebagai kesimpulan, Yandi menyampaikan Empat Poin untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional ini, yakni Pertama Manfaatkan Fasilitas Program PEN, Kedua Bangun Kemitraan dengan UMKM, Ketiga Implementasikan Bangga Buatan Indonesia dan Keempat Laksanakan Prokes secara Ketat tanpa Toleransi di Lingkungan Usaha.
Selain Pemateri, Yandi sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM juga perwakilan pemerintahan mengapresiasi pelaksanaan FGD ini yang diinisiasi oleh Polda Kalsel.
"Kita apresiasi inisiasi FGD ini, kita tidak bisa mementingkan dari aspek kesehatan saja tetapi juga dari sisi ekonomi, bagaimana kata Kapolda tadi sebagaimana gas dan rem bisa bersinergi," tambah Yandi. #KB

Posting Komentar