SAMBUTAN
KEPALA PERWAKILAN BI PROV. KALIMANTAN SELATAN
“PAGELARAN UMKM KARYA KREATIF BANUA – GO DIGITAL”
BANJARMASIN, 6 MARET 2021
Jalan-jalan ke Menara Pandang
Kayuh Sampan Menuju Hulu
Terima kasih Bapak/Ibu yang sudah datang
Bersama kita dukung UMKM maju
Kegiatan pagelaran ini merupakan rangkaian dari kegiatan pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Seri 1 yang telah diluncurkan sebelumnya pada tanggal 3 Maret 2021, secara nasional, dengan tema sinergi globalisasi dan digitalisasi UMKM dan sektor pariwisata.
Seri KKI berikutnya akan berlanjut pada bulan Juni 2021 dan Agustus 2021 untuk seri 2 dan seri 3, hal ini dilakukan dalam rangka komitmen BI mendukung movement manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, dan Bangga Berwisata Indonesia.
Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan para stakeholder yaitu Otoritas, Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, Lembaga Keuangan Perbankan dan Non-Bank, Pelaku Usaha, Praktisi dan Tokoh Masyaraka terkait, sehingga kegiatan Pagelaran ini dapat terwujud sebagai buah dari sinergi dan kolaborasi yang apik tentu kita harap kerja sama ini dapat terus tumbuh dan ditingkatkan ke depan.
BI siap bersinergi dengan pihak kementerian/lembaga/instansi terkait demi mendorong optimalisasi pengembangan digitalisasi UMKM sebagai salah satu pilar penopang daya saing dan kemandirian ekonomi.
Kami terus memantau perkembangan ekonomi terlebih pada masa pandemi efek rambatan dari pembatasan sosial atau physical distancing secara tidak langsung berdampak kepada turunnya mobilitas penduduk, produktivitas ekonomi, terlebih kepada sektor pariwisata Indonesia sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kinerja perekonomian Kalsel pada tahun 2020 masih dalam tahap pemulihan dimana secara yoy pertumbuhan ekonomi terkontraksi sebesar -2,94% dan secara qtq dari Tw. 3 ke Tw. 4 2020 sebesar -0,58%. Kami optimis bahwa sejalan dengan langkah pemerintah dalam penanganan pandemi akan mendorong momentum pemulihan ekonomi Indonesia dimana proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2021 diperkirakan sebesar 4,3-5,3%.
Pandemi tidak serta merta menghentikan geliat UMKM, berdasarkan data spasial e-commerce di Kalimantan pada triwulan 4–2020, terjadi peningkatan nominal transaksi e-commerce sebesar 96,27% (yoy) dan 28,53 (qtq).
Ini merupakan tanda bahwa digitalisasi UMKM menjadi satu hal langkah penting untuk segera kita dorong bersama, bekerjasama dengan semua pihak termasuk regulator, otoritas, pemerintah dan swasta untuk meningkatkan transformasi digital UMKM termasuk dari sisi digitalisasi pembayaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia siap mendorong pengembangan UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas-BBI), dan Gerakan Nasional Berwisata Indonesia (Gernas-BWI).
Rangkaian kegiatan pada Pagelaran UMKM Karya Kreatif Banua – Go Digital pada tanggal 6-7 Maret 2021 disiapkan secara khusus. Terdapat beberapa kegiatan diantaranya Pagelaran produk UMKM unggulan, temu bisnis/business matching, seminar dan talkshow terkait pengembangan digitalisasi UMKM, serta UMKM dan QRIS Corner yang akan menjadi pusat bagi masyarakat dalam menggali informasi lebih banyak terkait produk unggulan Kalsel dan manfaat QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard yang mengusung tema satu QR untuk seluruh aplikasi pembayaran.
Khusus untuk UMKM dan QRIS Corner ini akan dibuka selama 1 bulan di Duta Mall dari 6 maret – 8 April 2021 dan akan dilanjutkan secara kontinyu di bulan berikutnya pada bulan Mei, Agustus dan November.
Hal ini dilakukan dalam mendukung tercapainya target nasional on boarding 30 juta UMKM pada akhir 2023, onboarding 12 juta merchant QRIS pada akhir 2021, dan peningkatan transaksi penjualan UMKM, serta business matching antar pelaku usaha.
Pada pagelaran yang dilaksanakan tanggal 6-7 Maret 2021 ini, akan menghadirkan 12 UMKM yang menampilkan barang-barang kriya kreatif khas Banjar dan kuliner, serta rekan perbankan yang akan memberikan sosialisasi terkait layanan produk perbankan termasuk kaitan dengan pembiayaan serta digital payment.
Selain itu akan dilakukan seminar dan talkshow selama 2 hari melibatkan
narasumber dari Bank Indonesia, pelaku usaha, praktisi dan perbankan yang akan memberikan sharing terkait kiat-kiat untuk menjadi entrepreneur yang handal dengan memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan daya saing UMKM tidak hanya skala domestik tetapi juga secara global.
Transformasi digital UMKM, salah satunya melalui penerapan digitalisasi pembayaran merupakan salah satu cara yang dapat kita tempuh untuk pemulihan kinerja UMKM dalam masa new normal, sehingga kegiatan usaha dapat tetap berlangsung meskipun terdapat pembatasan fisik.
Berdasarkan data Bank Indonesia pada 11 Februari 2021, sebanyak 63.738 UMKM di Kalimantan Selatan telah menggunakan atau terdaftar menjadi merchant QRIS, sehingga masih ada potensi cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah UMKM di Kalimantan Selatan yang mencapai sekitar 461 ribu (BPS, 2016).
Secara nasional saat ini, dari total 64 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, baru 8 juta UMKM yang masuk ke ranah digital.
Pada tahun 2020 lalu, sebanyak 3,7 juta UMKM yang telah onboarding dengan melakukan QRIS untuk transaksinya.
Bank Indonesia berupaya menyediakan sistem pembayaran yang efisien dan efektif untuk membantu seluruh elemen masyarakat dalam bertransaksi.
Berbagai kebijakan yang telah digulirkan antara lain:
a. Mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan alat pembayaran non tunai dalam bertransaksi melalui media nirsentuh seperti internet banking, mobile banking, uang elektronik server based dan pemanfaatan kanal QRIS.
b. Memperpanjang masa berlaku MDR QRIS menjadi 0% khusus untuk merchant dengan kategori Usaha Mikro (UMI) oleh PJSP sampai dengan 31 Desember 2021.
c. Menetapkan MDR QRIS 0% khusus untuk transaksi donasi, Government L to People (G2P) dan People to Government (P2G).
d. Memastikan higienitas dan ketersediaan uang Rupiah dalam hal ini melakukan karantina terhadap uang layak edar.
Demi menjaga keberlangsungan usaha UMKM, tentunya perlu disikapi dengan perubahan dan adaptasi yang cepat terhadap situasi dan kondisi yang ada, khususnya mendorong digitalisasi marketing dan UMKM komoditas berorientasi ekspor.
Bank Indonesia mendorong fasilitasi pengembangan kapasitas UMKM melalui program yang dirancang secara terintegrasi agar digitalisasi UMKM dapat terus ditingkatkan baik dari sisi kapabilitas teknis seperti pemanfaatan ecatalogue, e-commerce, digital marketing dan termasuk juga pembayaran digital yang dapat dimanfaatkan UMKM dalam membantu kemudahan bertransaksi.
Kolaborasi, sinergi serta pengembangan secara berkesinambungan menjadi kata kunci, agar semua pihak dapat bekerjasama bahu membahu membangun UMKM Indonesia, sehingga cita-cita untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital dapat tercapai khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Semoga pagelaran ini dapat memberikan nilai tambah berarti bagi Kalimantan Selatan.
Ayuk Bapak Ibu semua, kita dukung UMKM dengan berbelanja produk-produk Nasional dan mari kita sukseskan Gernas Bangga Buatan Indonesia dan Gernas Bangga Berwisata Indonesia di Kalimantan Selatan dengan hashtag #DiIndonesiaAja
Demikian sambutan dari kami, pada kesempatan baik ini, kami membuka
secara resmi acara Pagelaran UMKM Karya Kreatif Banua – Go Digital.
Izin menyampaikan sebuah pantun penutup dari kami,
Kue Bingka Manis Rasanya
Dibeli Satu Makan Berlima
Digitalisasi UMKM Kunci Utama
Kita Sukseskan Indonesia Jaya
Amanlison Sembiring
Kepala Perwakilan BI Prov. Kalimantan Selatan

Posting Komentar